Apakah Benar Sopir Taksi Online Jadi Korban Salah Tangkap? Hakim Tetapkan Sore Ini

Apakah Benar Sopir Taksi Online Jadi Korban Salah Tangkap? Hakim Tetapkan Sore Ini

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) direncanakan mengadakan sidang sangkaan perampokan oleh supir taksi daring Ari Darmawan pada penumpangnya. Agendanya yakni membacakan keputusan celah.  Sidang akan di pimpin oleh Majelis Hakim dengan ketua Achmad Guntur ini akan dikerjakan siang seputar jam 15.00 WIB dengan jadwal keputusan celah. “Ini hari sidang masalah taksi daring atas nama Ari Darmawan akan selekasnya diadakan pada jam 15.00 WIB di PN Jakarta Selatan, dengan jadwal keputusan celah,” kata Yoshua Napitupulu sebagai kuasa hukum Ari Darmawan dari LBH Mawar Saron/Hotma Sitompoel Associates yang diambil dari Di antara, Rabu (5/2/2020).

Menurut Yoshua, client-nya didakwa lakukan pencurian dengan kekerasan pada penumpangnya yang kenyataannya belum pernah dia kerjakan. Masalah ini berawal pada Rabu 04 September 2019, jam 03.40 WIB pagi hari, Ari memperoleh pesanan dari calon penumpang S yang minta dijemput dari wilayah Kemang Venue Jakarta Selatan ke arah wilayah Damai Raya Cipete.
Tetapi waktu dihubungi oleh Ari, S tidak memberi respon pesan serta telephone, selang beberapa saat S tidak dapat dihubungi oleh Ari.

“Esok harinya Ari diamankan oleh faksi Polres Jakarta Selatan atas dakwaan lakukan pencurian dengan kekerasan pada korban yaitu S serta temannya A,” kata Yoshua. Instansi Pertolongan Hukum Mawar Saron Jakarta jadi kuasa hukum Ari sudah lakukan penyelidikan pada masalah itu serta temukan info yang bisa menunjukkan jika Ari adalah korban salah tangkap. Ditho HF Sitompoel, Direktur LBH Mawar Saron Jakarta dalam info tertulisnya menerangkan awalannya korban pesan taksi daring dengan pengemudi atas nama Dadang Supriyatna.

Baca juga : Masyarakat Cina Awasi Ruang Penebaran Melalui Aplikasi

Sesudah korban naik ke mobil, Dadang menggagalkan order hingga dengan automatis aplikasi cari pengemudi baru (reblast) serta order itu diterima oleh Ari. “Ari belum pernah menjemput ke-2 korban sebab ke-2 korban telah naik ke mobil Dadang. Kami sudah memberikan laporan Dadang ke Polres Jakarta Selatan,” kata Ditho. Sidang pembacaan tuduhan sudah berjalan pada Selasa (7/1) dengan tuduhan tindak pidana pencurian dengan kekerasan seperti ditata dalam Klausal 365 ayat (2) ke-1 KUHP.

Pada tuduhan itu LBH Mawar Saron Jakarta ajukan eksepsi pada Selasa (21/1). “Tuduhan Jaksa Penuntut Umum ‘error in persona’ atau salah orang, oleh karena itu tuduhan harus dipastikan gagal untuk hukum,” Hotma P.D. Sitompoel, pengacara terdakwa di persidangan. Masalah ini masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan serta Keputusan Celah akan dibacakan di hari Rabu (5/2).

Bantahan JPU
Selain itu Bobby Mokoginta sebagai JPU menjelaskan faksinya berkeyakinan berdasar info saksi korban jika terdakwa Ari Darmawan ialah pelakunya.  Bobby mengatakan, penuntut umum menghormati usaha terdakwa serta penasihat hukumnya (Hotma Sitompul dkk) yang lakukan klarifikasi pada publik lewat mass media. Oleh karenanya, lanjut ia, JPU menggerakkan agar klarifikasi itu diteruskan lewat persidangan yang terbuka untuk umum hingga akan tersingkap apa hal yang dikatakan terdakwa serta penasehat hukumnya dapat dibuktikan atau mungkin tidak.

“Kami minta suport dan peranan aktif warga untuk mengamati serta menjaga jalannya sidang hingga beberapa faksi diantaranya majelis hakim, JPU, terdakwa atau penasehat hukum serta beberapa saksi tidak mendapatkan masalah atau desakan dari faksi mana juga,” kata Bobby. Bobby memberikan tambahan, JPU akan menyediakan bukti-bukti sebaik-baiknya hingga majelis hakim yang pimpin persidangan bisa mengecek serta memutuskan masalah ini dengan seadil-adilnya.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *