Kronologi Pembunuhan PNS Kementerian PU, Tewas Dicor Di Pemakaman

Kronologi Pembunuhan PNS Kementerian PU

Pada tahun 2014, Yudi Tama Rianto (50) serta Aprianita (50) sama-sama berteman waktu mereka saling kerja di Kementerian PU Balai Besar Jalan serta Jembatan daerah I Satker Metropolis Palembang. Aprianita dengan status PNS sesaat Yudi ialah pegawai honorer. Sesudah lima tahun sama-sama kenal, persisnya pada 26 Agustus 2019, Yudi tawarkan mobil type Toyota Kijang Innova keluaran tahun tahun 2016 pada Aprianita.

Wanita itu juga menyepakati beli mobil itu. Dia selanjutnya mentransfer uang sebesar Rp 145 juta pada Yudi untuk beli mobil itu. Tetapi nyatanya janji tinggal janji. Mobil Kijang Innova yang dijanjikan tidak segera hadir. Aprianita pum menekan Yudi kembalikan uang yang sudah ditransfer. Saat itu, Yudi cuma kembalikan uang Aprianita sebesar Rp 50 juta.

9 Oktober 2019. Aprianita punya niat menjumpai Yudi serta meminta uang tersisa pembelian mobil sebesar Rp 35 juta. Yudi bingung serta bercerita msasalah itu pada Aci, pamannya. Oleh sang paman, Yudi dianjurkan untuk membunuh Aprianita. Serta pamannya minta Yudi sediakan uang Rp 15 juta untuk menyewa dua orang yang akan menolong pembunuhan. Terbujuk sang paman, Yudi mulai mengendalikan gagasan untuk membunuh rekan dekatnya, Aprianita. Pada hari itu, Yudi menjemput Aprianita di tempat tinggalnya, yaitu di Jalan Sriwijaya, Kelurahan demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Ditengah-tengah jalan, Yudi beli minuman serta obat tetes mata serta mencampurkannya. Dia selanjutnya menempatkannya di dasboard mobil. Yudi juga sampai di dalam rumah Aprianita. Waktu rekan dekatnya itu masuk ke mobi, Yudi tawarkan minuman yang sudah dia campur dengan obat tetes mata. Aprianita juga menenggak minuman itu serta langsung lemas tidak berkapasitas. Yudi biarkan Aprianita yang masih hidup daalm keadaan lemas di mobilnya. Dia juga selanjutnya menjemput sang paman, Aci. Nyatanya Aci ajak partnernya. Mereka selanjutnya menangkap Aprianita dari tempat duduk sisi belakang. PNS Kementerian PU itu meninggal di tangan tiga terduga.

Polisi Razia Narkoba Jenis Sabu 0, 52 Gram Dari Sutradara Amir Mirza Gumay

Mereka juga selanjutnya bawa jasad Aprianita ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat. Hari telah bertukar malam. Aci selanjutnya turunkan jasad Aprianita. Lalu Yudi langsung mengantar dua aktor yang lain pulang. Sebab Aprianita tidak segera pulang, pada hari yang sama faksi keluarga memberikan laporan ke polisi jika Aprianita diculik. Jumat (25/10/2019), jasad Aprianita diketemukan meninggal serta jasadnya dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang.

Awalnya, petugas telah menggali lima tempat di seputar KPU untuk temukan jasad Aprianita. Wanita PNS Kementerian PU itu diketemukan dalam keadaan mengenaskan dengan kaki terikat tali. Aprianita masih memakai pakaian yang sama, waktu ia tinggalkan rumah pada 9 Oktober 2019 kemarin. Jasad Aprianita diketemukan pada kedalaman seputar 50 cm. Waktu penggalian, Heriyanto (55) kakak Aprianita langsung turun tangan dengan pecahkan sisi atas cor yang menumpuk badan Aprianita. Sesudah dibongkar keadaan mayat telah busuk serta beberapa tubuhnya rusak.

Sang paman, Aci alias Nopi yang merekomendasikan Yudi membunuh Aprianita nyatanya tukang gali pendam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat. Hal itu diutarakan Ilyas Kurniawan (26) salah satunya terduga pembunuhan. Pada polisi Ilyas akui kenal Aci sebab seringkali nongkrong di wilayah TPU. Malam sebelum insiden pembunuhan, Ilyas menceritakan jika Aci meminta ditemani untuk menjumpai satu orang. Pada hari yang sudah dsepakati, Ilyas menjumpai Aci langsung memaksanya masuk ke mobil.

Waktu di mobil, Yudi langsunng menyerahkan seutas tali pada Ilyas serta minta untuk menangkap Aprianita yang lemas di kursid epan penumpang. llyas akui grogi, tetapi Yudi serta Aci memaksanya untuk menangkap korban sampai meninggal. “Saya tidak ada pilihan. Mereka memaksakan saya,”katanya. Sesudah membunuh, Ilyas diantarkan pulang oleh Yudi ke tempat tinggalnya di lokasi Ariodila, Palembang,

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *